Call me...Run


Saya adalah: Call me..Run
Home: close from you, Quite Country
Catatan Saya: # I'm just ordinary human being dat make mistakes n learn from it, wanna live my life in an extRa ordinary way AND..... wanna live my life to my fullest potential.
See my complete profile

My point of view
My Side
My Contacts
Template by
Blogger templates
Minggu, 27 April 2008
Saya Lebih Memilih Novelnya
Semua berawal dari rasa penasaran saya untuk nonton film Ayat-ayat Cinta. Pada waktu awal-awal pemutaran, saya sempat urungkan niat karena kebetulan pada saat itu isi kantong lagi menipis.
Sempat melupakan keinginan saya untuk menonton film tersebut.



Tapi, hari itu...ketika saya ketempat peminjaman buku (tempat saya biasa menyalurkan hobby membaca saya,yah....untuk mahasiswa seperti saya tempat peminjaman buku merupakan tempat favorite yang meyenangkan)
saya menemukan novel "Ayat-ayat Cinta"...OMG, akhirnya saya bisa menemukan novel ini. Jujur, saya begitu bersemangat. Dengan sewa Rp 4400/hari, akhirnya novel yang saya idam-idamkan itu tersimpan rapi di dalam tas saya yang kemudian setiba saya di kos akan saya lahap isinya, pikir saya waktu itu sambil tersenyum-senyum (mbak yang jaga aja sampe bingung lihat saya tersenyum).





Benar saja, baru saja beberapa lembar saya membaca isi novel ayat-ayat cinta ini, membuat saya tak ingin membagi waktu dengan yang lain (dan skripsi saya pun akhirnya dicuekin). Saya menghabiskan 8 Jam untuk membaca novel tersebut.Subhanallah, begitu mengesankan ceritanya.
Cerita yang menyeret kita hampir ke semua perasaan (sedih, bahagia, romantis, gemes, sakit hati,dll), cerita yang membuat kita sadar benar kalau semua yang ada di dunia ini adalah milik Allah SWT, dan hanya Allah yang berhak menentukan akhir perjuangan kita (mungkin itu yang namanya takdir).

Langkah selanjutnya setelah saya membaca novel yang begitu mengesankan, tidak sabar rasanya saya untuk menonton filmnya.
Dan beberapa hari yang lalu, akhirnya saya menonton film Ayat-ayat Cinta.Awalnya, saya sempat heran....jalan ceritanya sedikit berbeda dengan yang novelnya. Oh mungkin ini khusus versi filmnya pikir saya.
Masuk 20 menit, saya kecewa lagi...lho kok?lho kok? hanya itu yang bisa saya katakan, tapi ga pengen cepat ngambil keputusan, saya memutuskan untuk menyelesaikan film tersebut.





Dan apa yang terjadi pada saya....saya benar-benar kecewa dengan filmnya.
oklah, kalau ini mengatas namakan komersil, supaya filmnya laku...tapi kenapa ya ke "sakral" an novel Ayat-ayat Cinta yang kemaren saya baca, hampir tidak saya jumpai kesakralan itu.

Padahal, waktu saya membaca novelnya, perasaan saya dibawa terbang kemana-mana...ya seperti yang saya katakan diatas, perasaannya campur aduk.

Memang sih, saya sadar benar. apa yang ada di novel ketika di film kan pasti berbeda. Tapi hanya satu yang paling saya sayangkan dan saya benar-benar kecewa, yaitu pesan moral tentang POLIGAMI.

Jadi ingat teman saya, beberapa waktu yang lalu sebelum saya membaca dan menonton film Ayat-ayat Cinta, dy sempat menelpon pacar saya. Dan dy menganjurkan untuk kami menonton film itu, satu kata terakhir yang buat saya sangat tidak setuju

"kalau udah nonton, pasti semua cewek-cewek akan mengubah pikirannya tentang konsep POLIGAMI, dan akan mengizinkan suami mereka untuk ber-POLIGAMi".







Okay, statement itu yang mendorong saya untuk mengetahui lebih banyak tentang Ayat-Ayat Cinta.

Tapi ternyata, apa yang ada di novel dan di film beda banget!!
Dan pesan yang akan disampaikan Akhi Habiburrahman El Shirazy tentang POLIGAMI sedikit mengalami perubahan di filmnya.

Akhirnya, Two Thumbs Up untuk beliau (Habiburrahman El Shirazy) yang berdakwah melalui karya tulis.

P.s : Dianjurkan untuk membaca novel Ayat-ayat Cinta!


posted by Call me..Run @ 14.18